Geely memperkenalkan Monjaro EM-i terbaru di Eropa dengan teknologi hybrid plug-in

SUV hybrid plug-in terbaru di segmen D ini akan diperkenalkan pada Paris Motor Show tanggal 12 Oktober dan menandai masuknya Geely ke segmen pasar otomotif Eropa yang lebih tinggi.

Geely akan memperkenalkan Monjaro EM-i untuk pertama kalinya di Eropa, sebuah SUV hybrid plug-in terbaru di segmen D. Model ini akan menjalani debutnya di Eropa pada 12 Oktober, dalam ajang Paris Motor Show, dan menjadi bagian penting dari strategi produsen asal China tersebut untuk memperluas kehadirannya di pasar kendaraan elektrifikasi berukuran lebih besar.

Kehadiran model baru ini penting karena membawa Geely memasuki salah satu segmen yang sangat kompetitif di pasar Eropa, yaitu SUV keluarga berukuran menengah hingga besar dengan teknologi elektrifikasi. Alih-alih hanya mengandalkan model listrik sepenuhnya, perusahaan juga memperluas penawarannya melalui kendaraan hybrid plug-in, teknologi yang menggabungkan mesin pembakaran internal, penggerak listrik, dan baterai yang dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal.

Menurut Geely, Monjaro EM-i akan menjadi SUV hybrid plug-in global pertama perusahaan di segmen D. Produsen menyatakan bahwa sistem penggeraknya dikembangkan untuk menggabungkan kemampuan perjalanan jarak jauh, konsumsi bahan bakar yang lebih rendah, dan ruang kabin yang lebih luas. Namun, materi yang telah dipublikasikan sejauh ini belum mencantumkan angka tenaga, kapasitas baterai, jarak tempuh listrik, maupun konsumsi bahan bakar resmi untuk spesifikasi Eropa.

Arsitektur baru untuk kendaraan elektrifikasi

Monjaro EM-i menggunakan platform GEA-Evo, yang dikembangkan secara khusus untuk kendaraan energi baru. Arsitektur ini dirancang untuk mendukung berbagai jenis sistem penggerak elektrifikasi dan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam penempatan komponen, termasuk baterai, motor listrik, dan sistem elektronik.

SUV ini juga mengadopsi arsitektur kelistrikan dan elektronik GEEA 3.0, yang bertanggung jawab atas komunikasi antara berbagai sistem kendaraan. Pada mobil modern, arsitektur semacam ini berfungsi sebagai jaringan pusat yang mengintegrasikan fitur bantuan pengemudi, infotainment, manajemen energi, dan berbagai kontrol elektronik lainnya.

Geely mengklaim bahwa kombinasi kedua platform tersebut dapat meningkatkan ruang kabin, performa, keselamatan, dan efisiensi energi. Namun, karena informasi ini berasal langsung dari produsen, performa sebenarnya masih perlu dibuktikan melalui pengujian independen dan spesifikasi akhir yang akan ditawarkan di masing-masing pasar Eropa.

Sistem EM-i Super Hybrid

Monjaro menggunakan sistem yang disebut EM-i Super Hybrid. Dalam materi yang disiapkan untuk debutnya di Eropa, Geely belum mengungkapkan rincian teknis yang cukup untuk memastikan tenaga gabungan, jarak tempuh dalam mode listrik sepenuhnya, maupun total jarak tempuh kendaraan.

Meski demikian, konsepnya mengikuti prinsip kendaraan hybrid plug-in modern: kendaraan dapat menggunakan tenaga listrik untuk sebagian perjalanan sehari-hari, sementara mesin pembakaran internal membantu memperpanjang jarak tempuh saat melakukan perjalanan yang lebih jauh.

Pendekatan ini tetap relevan, terutama di Eropa, di mana pasar kendaraan elektrifikasi sedang mengalami diversifikasi. Selain kendaraan listrik berbasis baterai, produsen otomotif China dan Eropa juga memperluas kehadiran model hybrid plug-in sebagai alternatif bagi konsumen yang masih menganggap jarak tempuh dan infrastruktur pengisian daya sebagai faktor penting dalam keputusan pembelian.

Geely menyiapkan jajaran model yang lebih luas untuk Eropa

Monjaro EM-i tidak akan menjadi satu-satunya model yang diperkenalkan di Paris. Geely juga akan membawa tiga model elektrifikasi lainnya ke acara tersebut.

Model-model tersebut mencakup EX2, mobil listrik kompak yang ditujukan untuk penggunaan perkotaan; EX5, sebuah SUV listrik; serta Starray EM-i, SUV hybrid plug-in lainnya. Kehadiran berbagai model ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan di Eropa tidak hanya berfokus pada satu teknologi penggerak.

Diversifikasi tersebut juga mengurangi ketergantungan pada satu kelompok konsumen. Mobil listrik dapat memenuhi kebutuhan pembeli yang memiliki akses rutin ke fasilitas pengisian daya, sementara kendaraan hybrid plug-in berupaya menggabungkan penggunaan tenaga listrik untuk perjalanan pendek dengan fleksibilitas lebih besar untuk perjalanan jauh.

Ekspansi di Inggris

Inggris menjadi salah satu pasar utama dalam strategi ekspansi ini.

Menurut Geely, EX5 diluncurkan di Inggris pada Oktober 2025, dan perusahaan berencana memperkenalkan sepuluh model dalam tiga tahun, dengan target yang diumumkan untuk melampaui 100.000 unit penjualan per tahun. Penjualan akan dilakukan melalui jaringan dealer dan layanan purnajual yang tersebar secara nasional.

Monjaro EM-i memperluas strategi tersebut ke kategori kendaraan yang lebih tinggi, membawa produsen ini bersaing untuk menarik konsumen yang mencari SUV lebih besar dengan teknologi elektrifikasi.

Namun, dalam materi yang telah dipublikasikan, Geely belum mengumumkan harga, tanggal dimulainya penjualan, pilihan varian, maupun spesifikasi teknis lengkap untuk versi Eropa dari Monjaro EM-i. Rincian tersebut nantinya akan menentukan secara lebih tepat posisi SUV baru ini dibandingkan para pesaingnya di segmen yang sama.

Debut publiknya akan berlangsung di Paris Expo Porte de Versailles, tempat Geely akan menempati Hall 7.1 selama Paris Motor Show.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *