Iran Bekerja Sama dengan Rusia, Mengambil 20 Helikopter Mi-17 untuk Memperkuat Armada Udara Di Tengah Tekanan dari Barat
Ringkasan Berita:
- Iran mengadakan perjanjian kerja sama dengan Russian Helicopters untuk membeli 20 helikopter Mi-8/Mi-17 yang akan digunakan dalam operasi evakuasi medis, pemadam kebakaran, dan pencarian serta pertolongan hingga tahun 2027.
- Pengadaan ini memperkuat ketahanan logistik udara Iran setelah konflik 2026 merusak infrastruktur sipil dan mengurangi jumlah helikopter darurat.
- Perjanjian untuk memperkuat hubungan strategis antara Rusia dan Iran, sekaligus membuka kesempatan pembuatan helikopter di Iran serta memperdalam kerja sama industri penerbangan kedua negara.
Iran Gandeng Rusia, Beli 20 Helikopter Mi-17 untuk Perkuat Ketahanan Udara Nasional
Iran diduga sedang memperkuat kerja sama di bidang penerbangan dengan Rusia melalui rencana pembelian 20 helikopter Mi-8/17 dari perusahaan Russian Helicopters JSC.
Perjanjian ini dianggap tidak hanya memperkuat kemampuan respons bencana, tetapi juga meningkatkan ketahanan logistik udara Iran di tengah sanksi yang diberlakukan Barat serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Perjanjian Kerja Sama (MoU) ditandatangani di Moskow oleh Ketua Asosiasi Bulan Sabit Merah Iran (IRCS), Pirhossein Kolivand, dan Direktur Eksekutif Russian Helicopters, Nikolay Kolesov. Seluruh helikopter direncanakan mulai beroperasi sebelum Maret 2027.
Tindakan tersebut diambil setelah konflik yang terjadi di Iran pada Februari 2026 dilaporkan merusak lebih dari 81.000 bangunan warga, termasuk infrastruktur penanggulangan bencana.
Pada serangan tersebut, setidaknya tiga helikopter milik Bulan Sabit Merah Iran dilaporkan rusak, sehingga mengurangi kemampuan evakuasi dan bantuan kemanusiaan.
Bukan Cuma Misi Kemanusiaan
Pemerintah Iran mengumumkan bahwa helikopter terbaru akan dilengkapi dengan peralatan penglihatan pada malam hari, sistem pemadam api udara, fasilitas evakuasi medis (medevac), serta alat bantu pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR).
Meskipun ditujukan untuk operasi sipil, pembelian ini juga memiliki makna strategis.
Pada kondisi darurat, armada helikopter bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan bantuan, membawa korban, mendistribusikan pasokan logistik, serta memastikan pergerakan pemerintah ketika jalan darat terganggu.
Para analis menganggap keputusan tersebut menunjukkan bahwa Iran semakin memandang armada penerbangan sipil sebagai komponen penting dalam sistem pertahanan nasional.
Mengapa Memilih Mi-17?
Keluarga pesawat helikopter Mi-8/Mi-17 merupakan salah satu jenis pesawat angkut berukuran sedang yang paling sering digunakan di seluruh dunia.
Iran telah lama menggunakan berbagai jenis Mi-17, sehingga tidak memerlukan pengeluaran besar dalam pelatihan pilot maupun pembangunan infrastruktur baru.
Helikopter ini mampu membawa sekitar 4 ton beban atau 24 hingga 30 orang, serta bisa dengan cepat diubah konfigurasinya menjadi helikopter medis, pemadam kebakaran, pengangkut logistik, maupun SAR.
Kemampuan tersebut sangat penting bagi Iran yang memiliki wilayah berbukit, gurun, serta daerah terpencil yang sulit dicapai oleh kendaraan darat.
Melanjutkan Kerja Sama Sebelumnya
Perjanjian terbaru ini bukanlah kolaborasi pertama antara kedua negara.
Pada tahun 2024, Iran telah mengontrak sekitar US$500 juta atau sekitar Rp8,1 triliun (kurs sekitar Rp16.200 per dolar AS) untuk membeli 12 hingga 15 helikopter Mi-8/17 yang digunakan dalam operasi penyelamatan dan pemadam kebakaran.
Selain itu, Russian Helicopters juga mengadakan perjanjian kerja sama dengan Industrial Development and Renovation Organization of Iran (IDRO) guna mengeksplorasi kemungkinan perakitan helikopter ringan Ka-226 atau Ansat secara lokal di Iran.
Jika direalisasikan, proyek ini akan memperkuat kemampuan industri penerbangan Iran serta mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen.
Kepentingan Rusia
Untuk Moskow, kerja sama ini memiliki makna ekonomi sekaligus geopolitik.
Di tengah adanya sanksi dari Barat dan tekanan terhadap sektor pertahanannya, Rusia memerlukan pasar ekspor yang baru agar jalannya produksi helikopter tetap berlangsung.
Kolaborasi dalam sektor penerbangan sipil lebih mudah dilakukan dibanding ekspor sistem persenjataan, karena tidak menimbulkan respons internasional yang besar seperti penjualan pesawat tempur atau rudal.
Selain mendapatkan pendapatan, Rusia memperluas pengaruh sektor industri dengan menyediakan suku cadang, pelatihan teknisi, hingga layanan perawatan jangka panjang.
Hubungan Lebih Dalam
Meskipun secara resmi dianggap sebagai pengadaan untuk kebutuhan kemanusiaan, armada helikopter memiliki sifat dual-use yang bisa dimanfaatkan baik untuk kepentingan sipil maupun keamanan nasional.
Pada situasi darurat, helikopter bisa digunakan untuk membawa pasukan keamanan, menjaga infrastruktur penting, serta membantu penyaluran logistik pemerintah.
Oleh karena itu, beberapa analis menganggap pembelian Mi-17 sebagai bagian dari strategi Iran dalam memperkuat sistem transportasi udara guna menghadapi perang, bencana alam, atau dampak dari sanksi ekonomi.
Di sisi lain, perjanjian ini menunjukkan bahwa Rusia dan Iran terus memperkuat hubungan strategis mereka, bukan hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga di sektor aeronautika dan teknologi yang mendukung kemampuan operasional jangka panjang kedua negara.
Helikopter Tangguh
Helikopter Mi-8/Mi-17 pertama kali dibuat oleh Uni Soviet pada tahun 1960-an dan hingga saat ini menjadi salah satu helikopter angkut yang paling sukses di dunia.
Platform ini digunakan oleh lebih dari 50 negara karena diakui sebagai sistem yang kuat, mudah dipelihara, dan mampu berjalan dalam kondisi lingkungan yang ekstrem, mulai dari daerah pegunungan hingga gurun.
Untuk Iran yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap teknologi penerbangan Barat akibat sanksi internasional, kerja sama dengan Rusia menjadi salah satu jalur utama dalam menjaga dan memperbarui armada udaranya.










